Valentine Day

pabila kita mendengar lagu “My Lady Valentine” terbayang oleh kita sosok seorang gadis ayu, imut2 dlm romantis cinta. Bahkan kalau kita mendengar refrain dari lagu tsb “Be my Valentine” rasanya sangat indah sekali untuk diucapkan sebagai nama panggilan untuk gadis kesayangan kita. Hanya sayangnya ini tidaklah benar, sebab panggilan “Be my Valentine” itu cocoknya diberikan kepada seseorang yg memiliki tubuh ala Arnold Schwarzeneger ato Rambo, sebab perkataan Valentine itu berasal dari bhs Latin “Valentinus” yg berarti “Gagah Perkasa”.

Juga satu hal yg ngawur, apabila hari Valentine itu dikaitkan dgn agama Kristen, sebab pujian “Valentinus” atau “Gagah Perkasa” sebenarnya diucapkan untuk memuliakan dewa Baal yg dibenci oleh Allah nya umat Kristen (Zefanya 1:4).

Raja Baal yg pertama adalah Nimrod seorang pemburu anjing ajak yg gagah perkasa (Kej 10:9). Dlm bhs Yunani Nimrod lebih dikenal sebagai Pan, sedangkan anjing ajak dlm bahasa Latin “Lupus” oleh sebab itulah bangsa Rumawi menamakan Nimrod sebagai “Lupercus” atau sipemburu anjing ajak.

Untuk memuliakan Lupercus inilah mereka mengadakan hari perayaan yg disebut “Lupercalia” yg dirayakan setiap tgl 15 Februari.

Rupanya banyak orang Rumawi ingin puteranya gagah perkasa seperti Nimrod oleh sebab itulah mereka seringkali memberikan nama “Valentine” kepada putera2nya.

Kerajaan Babilonia berasal dari kerajaan Baal yg memuliakan dewa Baal. Dlm bhs kuno Kaldea atau bhs Babilonia pada saat itu “bal” berarti “hati” maka dari itu juga “hati” sering digunakan sebagai lambang dari dewa Baal. Oleh sebab itulah lambang “hati” ini juga digunakan sebagai lambang dari hari raya Lupercalia tsb. Yg s/d saat ini masih tetap digunakan sebagai lambang dari hari Valentine.

Di hari Valentine rasanya tidak komplit apabila tidak ada “Cupid” sang dewa asmara, dlm bentuk malaikat kecil tak berbaju yg selalu membawa panah untuk memanah sepasang hati manusia untuk saling jatuh cinta.

Hanya sayangnya Cupid ini merupakan lambang dari pasangan Haram! Kenapa demikian?

Cupid itu sebenarnya adalah gambaran atau lambang ketika Nimrod masih kecil. Nimrod adalah seorang pemburu maka dari itu juga Cupid ini selalu membawa panah. Pada masa mudanya Nimrod adalah seorang pemuda yg guaaa..anteng sekali, sehingga di puja2 oleh banyak kaum wanita (Daniel 11:37) yg membuat nafsu birahi mereka menjadi bangkit terbang melayang. Hal ini bukan hanya berlaku bagi perempuan2 disekitarnya saja bahkan berlaku bagi Ibu Kandungnya sendiri “Semiramis” yg turut jadi ter-gila2 oleh anaknya sendiri, sehingga akhirnya ia mengawini anak kandungnya sendiri. Oleh sebab itulah juga diberi sebutan nama “Cupid” yg berasal dari bhs Latin “cupere” yg dlm bhs Inggrisnya diterjemahkan sebagai “Desire” atau membangkitkan nafsu birahi. Jadi Cupid itu memanah bukannya untuk membuat orang menjadi saling jatuh cinta, melainkan untuk membuat nafsu birahi orang jadi bangkit.

Pada tgl. 15 Februari, Nimrod dan Ibunya mengakui kesalahan mereka, sebagai ibu dan anak, oleh sebab itulah juga bln Februari itu berasal dari kata Februa yg berarti “penyucian”, dimana mereka akhirnya sadar bahwa azas kasih yg mereka lakukan itu tidak benar.

Sedangkan hari Valentine yg kita kenal sekarang ini adalah hari kasih yg diperkenalkan pada th 496 M oleh Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang mati pada 14 Februari 269 M.

Se-tidak2nya ada beberapa legenda atau versi mengenai hari Valentin ini, tetapi yg paling sering diceritakan adalah: pada saat Kerajaan Romawi yg di pimpin Kaiser Claudius II sekitar Abad III Masehi sering terlibat dalam peperangan. Ia menganggap tentara yg masih belum berkeluarga lebih tabah dan kuat di medan peperangan dari pada pria yg telah menikah, karena pikiran mereka pasti akan terganggu terus oleh anggota keluarga yg ditinggal di rumah. Oleh sebab itulah Kaiser tsb melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan menikahkan mereka secara sembunyi2 , tetapi akhirnya hal ini tercium juga oleh Sang Kaiser, yg mengakibatkan ia ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 270 M dan setelah meninggal ia diangkat menjadi Santo Valentine.

Konon ketika ia masih berada di dalam penjara, ia tetap mengingat semua orang yg dikasihinya. Hampir setiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan singkat “I love you – from your Valentine” Kartu2 itu dikirim satu per satu kepada setiap orang yg dicintainya. Semua orang yg ada di penjara itu juga merasakan kasih sayang Valentine. Mereka menempelkan kartu2 bergambar hati tsb di selnya masing2. Dari sinilah diduga lahirnya tradisi kartu Valentine dgn istilah “your Valentine” atau “my Valentine”

Dgn cara demikian Paus Gelasius telah berhasil merubah kebiasaan orang kafir dlm penyembahan berhala menjadi perayaan gereja, hanya dgn merubah tgl dari 15 ke 14 dan merubah story latar belakang dari perayaan tsb.

Walaupun demikian Anda jangan sampai terobsesi oleh tulisan tsb diatas, oret2an ini hanya sekedar informasi saja, yg harus dibaca dgn pemikiran: “It’s nice to read that & nice to know!” jadi jangan ditanggapi secara serious, kenapa?

Tidak semua budaya bangsa lain itu buruk dan tidak pula baik semuanya. Sikap menganggap budaya bangsa sendiri yg terbaik dan kemudian mengaratinanya agar tidak terinfeksi virus budaya asing akan terkristalisasi pada sikap kebangsaan yang berlebihan (chauvinisme).

Entah apapun juga nama maupun latar belakangnya dari “Hari kasih” itu, bagi saya ini selalu baik dan mulia, sebab tujuannya ialah untuk berbagi kasih satu sama lain.

Dan kasih yg benar2 tulus itu “buta”, ia tidak mengenal agama, budaya, partai politik, maupun etnis keturunan, kita kudu bisa mengasihi siapa saja, dimana saja dan kapan saja, jadi jangan sampai kita mau diracuni oleh segala macam dogma maupun aliran.

Manfaatkan momentum baik ini untuk membenahi kembali hubungan yg retak, membebat luka di hati dgn ungkapan kasih yg istimewa, Pendeknya Valentine’s Day memiliki makna yg dalam, bukan hanya sekadar hari asmara saja.