Hikmah Haji

Banyak hikmah yang dikandung dalam berbagai aktivitas ibadah haji. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Hikmah pakaian Ihram:

Tak ada perbedaan. Yang ada adalah keseragaman, kesederhanaan, kesucian hati dan jiwa, rendah hati, dan tidak sombong serta berlebihan. Karena setiap hamba akan kembali kepada Rabb nya sama, hanyalah derajat ketakwaannya lah yang membedakannya.

2. Hikmah Thawaf:

Dalam thawaf kegiatan ‘berputar’ yang melambangkan perputaran alam semesta, juga jumlah putaran sebanyak ‘tujuh’ yang melambangkan bilangan 7 hari, 7 lapis langit dan bumi, dan 7 lapis surga dan neraka.

Ka’bah sebagai pusat thawaf adalah miniatur bangunan suci Baitul Maqdis yang ada di atas langit dengan dikelilingi puluhan ribu malaikat (sebagian riwayat menyebutkan 70.000 malaikat) yang berthawaf setiap harinya.

Ka’bah merupakan lambang dari wujud dan ke Esaan Allah. Bertawaf di sekelilingnya melambangkan aktivitas manusia yang tidak pernah lepas dari Nya. Ka’bah bagaikan matahari yang menjadi pusat tata surya dan dikelilingi planet-planetnya.

3. Hikmah wuquf di Arafah:

Perenungan diri atas segala amal perbuatan manusia, miniatur digiringnya manusia di padang mahsyar dengan amalan yang dilakukan ketika di dunia, keinsyafan sebagai hamba Allah yang penuh dosa hingga harus dibersihkan, dan sebagai simbol pembebasan manusia.

4. Hikmah sa’i:

Lambang kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Jama’ah haji diingatkan perjuangan Siti Hajar (istri nabi Ibrahim as) ketika mencari air dengan berlari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

5. Melempar jamrah:

Simbol penentangan manusia terhadap setan. Melempar jamrah (kerikil) adalah simbol yang di dalamnya mengingatkan manusia untuk melempar (nafsu setan) sejauh-jauhnya dari jiwa mereka.

“Haji yang mabrur (baik) tidak ada balasan baginya kecuai surga.” (HR. Ahmad dan At-Thabrani)

Di antara hikmah yang dapat dipetik adalah sebagai berikut:

  • Merupakan rihlah muqaddasah (perjalanan suci) sehingga seluruh kegiatannya merupakan ibadah yang akan mendapat pahala dan ridha Allah.

  • Sebagai syi’ar yang mengandung esensi menyucikan dan membesarkan nama Allah seperti terdapat dalam kali
    mat talbiyyah.

3. Agar manusia melakukan instrospeksi diri atas amal perbuatannya sehari-hari.

4. Mencitrakan diri sebagai hamba Allah SWT yang patuh dan taat pada segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Haji merupakan kepulangan manusia kepada Allah SWT.